Review Suzzanna Bernapas dalam Kubur Bikin Merinding

Pantas rasanya menyinggung Suzzanna: Bernapas dalam Kubur jadi di antara film Indonesia paling ditunggu selama 2018. Tak melulu menjanjikan nostalgia ala tren film 'reborn', Soraya Intercine pun selangkah lebih berani dengan berjuang mewujudkan pulang sosok ratu horor Suzzanna yang sudah tiada.

Dunia Film telah menonton film garapan Rocky Soraya dan Anggy Umbara ini di bioskop. Kesimpulannya, saya merasa terdapat 6 keunggulan dan kelemahan dari Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018).

Pertama yuk kita kupas kelebihan dari Suzzanna: Bernapas dalam Kubur

1. Bukan sekadar copy paste & remake film lama, ada kisah baru yang padat mengandung dari Suzzanna: Bernapas dalam Kubur

Jujur saya datang dengan ekspektasi yang tidak terlampau besar. Pasalnya sudah tidak sedikit film-film dengan motivasi remake dan nostalgia yang selesai tak cocok dengan harapan. Namun, seiring berjalannya kisah saya begitu puas. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur boleh terkesan melulu mendompleng nama besar sang legenda, tetapi ternyata mereka siap dengan kisah yang utuh, padat berisi, dan tereksekusi dengan baik.

Cerita yang disuguhkan baru, tetapi tetap memakai pakem-pakem standar dan tradisional dari suatu film horor Indonesia. Alih-alih membosankan, film ini terasa solid dan 'aman', tetapi pun terasa segar.

2. Bertaburan bumbu humor yang pas, tak berlebihan dan murahan

Apa yang terbersit di kepalamu saat mendengar istilah horor komedi? Selama ini anda kerap disuguhi film horor dengan lawakan-lawakan slapstick yang menjatuhkan harkat kengeriannya di mata pemirsa.

Berbeda dengan film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur. Meskipun dibumbui humor, tetapi penempatan dan porsinya pas. Akting trio penolong Suzzanna yang dibintangi Opie Kumis, Asri Welas, dan Ence Bagus pun sangat baik dan semakin melengkapi film ini. Lucu, tetapi pun logis dan tidak berlebihan dalam alur cerita.

3. Dibuat dengan sinematografi ciamik dan efek-efek keren

Salah satu yang buat saya paling puas ialah sinematografi ciamik dalam penciptaan film ini. Pantas rasanya andai Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur dinamakan sebagai di antara film yang sangat enak di anggap mata di tahun 2018.

Tak melulu itu, dalam film ini pun disajikan sebanyak adegan aksi dan pun kematian yang terlihat begitu meyakinkan. Efek spesial dan properti yang dipakai tak tanggung-tanggung sehingga mencetuskan tampilan yang realistis.

4. Menggugah emosi & perasaan tak melulu sekadar menakut-nakuti

Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur memang memamerkan sebanyak adegan berdarah nan traumatis, teror balas dendam arwah penasaran, dan pun borok menjijikkan di punggung Luna Maya. Tetapi yang istimewa, film ini tak semata-mata mengeksploitasi sisi kengerian tersebut saja.

Ada pesan-pesan menyentuh yang diangkut oleh film ini untuk penonton. Tentang cinta sejati, mengenai pengorbanan, mengenai bagaimana menonton semua tragedi ini dari sudut pandang si setan.


Oh iya, kerennya lagi film ini memperlihatkan bahwa horor yang baik dan menyeramkan gak tidak jarang kali harus gunakan jump scare dan asal suara kencang belaka.
Tetapi Suzzanna: Bernapas dalam Kubur pun punya kelemahannya

5. Ada sebanyak plot hole di babak pertengahan dan penutup film

Walau ceritanya tersusun dengan lumayan baik, tak dapat dipungkiri ada sejumlah adegan dan unsur yang buat alis saya menukik bertanya. Sejumlah plot hole dapat ditemukan di babak pertengahan hingga akhir film.

Ada lagi sejumlah bagian beda yang terasa seolah disambung-sambungkan saja sebab sudah kepepet hendak segera menggali konklusi cerita. Tetapi dengan borongan kemasan film ini, saya individu bisa berjuang memaklumi kejanggalan ini.

6. Wajah, perangai, dan teknik bicara 'Suzzanna' memang serupa secara visual namun...

Saya tak meragukan keterampilan akting Luna Maya. Di sini ia juga tampil spektakuler memukau. Sayangnya prostetik make up yang membuatnya 99 persen serupa dengan sang legenda ratu horor menurut keterangan dari saya menghambat Luna untuk mengindikasikan aktingnya lewat ekspresi wajah.

Itulah tadi 6 keunggulan dan kelemahan dari Suzzanna: Bernapas dalam Kubur. Datang tanpa ekspektasi, saya meninggalkan studio dengan senyum puas dan perasaan senang. Untuk tersebut film ini berhak mendapat nilai 3,5/5 dan masuk jajaran film horor terbaik Indonesia. Jangan lewatkan cerita seram dan pilu Sundel Bolong ini di bioskop terdekatmu ya guys!