Review Film The Returning

Bulan November ini kamu akan dihibur dengan sekian banyak  genre film Indonesia di bioskop. Yang sangat hits kini ini terdapat The Returning yang dibintangi oleh aktor kenamaan Laura Basuki dan Ario Bayu. Film karya Witra Asliga ini bergenre drama-horor dan berdurasi 88 menit. Cukup fresh dibanding film horor Tanah Air yang sudah-sudah.

Kamu yang penasaran bagaimana ceritanya, berikut ialah review film The Returning yang dapat kamu jadikan referensi. Gak terdapat spoiler kok, tenang saja!

1. Keluarga bahagia mendadak bersedih karena hilangnya sang ayah

Natalie (Laura Basuki) dan kedua anaknya, Meggie dan Dom merasa paling kehilangan atas perginya sang ayah, Collin yang jatuh dari pendakian. Polisi bahkan menuliskan medan yang susah menyebabkan melulu ada bisa jadi kecil saja Collin masih bertahan.

Itu menciptakan keluarga mereka yang awalnya bahagia dan harmonis, jadi berantakan dan sering bertengkar. Meggie yang memasuki usia remaja pun mulai jengah dengan Ibunya yang seakan tak dapat terima kepergian sang suami.

2. Penampakan Collin yang hilang 3 bulan lamanya

Dalam masa berduka, Natalie, Meggie, Dom bahkan Ibu Collin tidak jarang merasa menyaksikan Collin di sejumlah tempat. Seakan Collin masih hidup atau hendak berpamitan pada keluarga. Ini menciptakan Natalie semakin tak terima dengan kepergian Collin. Dia bahkan tak mau membicarakan pemakaman, ketika semua family setuju guna memandang Collin telah meninggal.

3. Kembalinya sang ayah ke pelukan keluarga

Collin pulang secara mendadak, bahkan dengan tidak terdapat satu lukapun di tubuhnya. Ini menciptakan Natalie heran, tapi pun lega sebab suaminya masih hidup. Keluarga mereka yang awalnya diliputi kesedihan, jadi kembali mengejar senyuman sebab Collin pulang hidup. Natalie selalu beranggapan yang urgen suaminya belum meninggal.

4. Kejadian mengherankan terjadi sesaat sesudah Collin kembali

Natalie, Meggie dan Dom diganggu dan tidak tidak dipedulikan tidur tenang, seakan Collin membawa pulang hal beda ke rumah bareng dirinya. Keutuhan lokasi tinggal tangga mereka semakin terancam sebab misteri mengherankan yang tak dapat dipecahkan sesudah Collin kembali. Walau takut, mereka seluruh tetap mengupayakan bertahan dan menggali tahu terdapat apa sebenarnya.

5. Seharusnya memang Collin tidak kembali

Tiga bulan jatuh dari tebing tanpa kabar, pulang dalam suasana utuh dan sehat pasti adalahhal yang aneh. Apalagi teror yang menimpa family Natalie terjadi sesudah Collin pulang. Meggie dan Dom berkali-kali mendapat keunikan ayahnya sendiri yang menciptakan mereka fobia berinteraksi. Apakah sebetulnya bukan Collin yang kembali namun arwah lain? Temukan sendiri jawabannya dengan menyaksikan langsung di bioskop, ya.

Secara keseluruhan, The Returning lebih kental dengan drama dibanding horornya. Ide kisah yang menarik sukses dikembangkan dan dimainkan dengan rapi sehingga membuatnya jadi film yang sulit diprediksi dari mula sampai pertengahan. Namun, ending yang tidak cukup ngena memunculkan kejanggalan dan rasa tak terima guna penonton. Sayangnya juga, sebab Indonesia belum mempunyai teknologi animasi atau editing sebaik hollywood, hantu kelelawar di film ini jadi kelihatan laksana badut.

Bagusnya, hantu di film ini tidak sering mengindikasikan wajahnya dan sukses buat penasaran laksana apa sosoknya, baru di akhir ditimbulkan jelas. Apalagi pemeran dalam The Returning memang telah merajai film layar lebar yang punya empiris segudang. Jadi gak kaget bila sosok Natalie dan Collin dapat dibabat habis.

Hanya satu yang disayangkan yaitu ending yang tidak cukup matang, sisanya, The Returning dapat dinikmati sebagai film drama horor yang menarik. Dan guna segala benang merah di atas, Dunia Film menyerahkan skor 7/10 guna The Returning. Nonton deh!